RSS

Pra Aksara

23 Mar

BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Kehidupan masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan disebut juga dengan kehidupan masyarakat Indonesia Prasejarah, manusia yang hidup pada zaman prasejarah belum mengenal tulisan, akibatnya generasi selanjutnya serta para peneliti tidak mungkin mengharapkan adanya bukti bukti tertulis mengenai kehidupan mereka, karena mereka hanya meninggalkan benda benda kebudayaan.

Presiden Soekarno pernah mengatakan , ”jangan sekali kali meninggalkan sejarah, ini membuktikan pentingnya masa lalu atau sejarah tidak hanya mengacu pada kehidupan berbangsa saja”, menurut ilmu psikologi masa lalu tidak bisa dilupakan tetai harus diolah, dievaluasi yang hasilnya berupa rekonsiliasi/perdamaian  dengan diri sendiri, perdamaian dalam hidup kelompok, masa lalu ialah kekayaan & pedoman yang sungguh berharga untuk hidup pada masa kini & yang akan datang.

Stiap bangsa punya cara sendiri untuk membuat dua aspek kebudayaan tidak dilupakan, istilah yang sering dipakai untuk menjelaskan pewarisan sejarah kebudayaan dari 1 generasi ke genrasi selanjutnya ialah Sosialisasi.

Karya tulis ini akan membahas masyarakat pada zaman Pra-aksara mewariskan budayanya. Persoalan ini dirasa penting karena akan menambah pengetahuan dan wawasan kita mengenai budaya pada masa Pra-Aksara.

B. Tujuan

Untuk memberikan deskripsi tentang bagaimana cara masyarakat pada masa pra aksara mewariskan budayanya.

BAB II

Pembahasan

Ada beberapa cara untuk mewariskan masa lalu pada masyarakat Pra-aksara , diantaranya :

1. Melalui Keluarga

Ini dipakai karena keluarga dunia sosial yang pertama sekaligus yang paling brkesinambungan, pewarisan oleh keluarga dilakukan secara bertahap, mulai dari yang sederhana sampai ke sesuatu yang sangat kompleks.

Nilai yang mengacu pada gagasan abstrak tentang apa yang masyarakat menganggap baik, benar & diinginkan, norma ialah perwujudan konkret nilai nilai , yang mengacu pada aturan aturan sosial & acuan yang memberikan  pedoman bagi para pelaku.

Ada 2 cara sosialisasi dalam keluarga & masyarakat  sebelum mengenal tulisan :

Adat istiadat

Semua keluarga punya adat / kebiasaan, tradisi & adat diturunkan / diwariskan kepada seorang anak melalui sosialisasi baik secara langsung ataupun secara tidak langsung.

Cerita Dongeng

Dongeng juga salah satu cara untuk mewariskan masa lalu, umumnya para generasi tua akan mendongeng kepada generasi yang lebih muda, tetapi hal ini kurang baik karena lebih banyak unsur berbohong, daripada benarnya.

Melalui Masyarakat

Masyarakat ialah sekelompok orang yang mempunyai kesamaan budaya (yang diwariskan antar generasi), wilayah, Identitas & berinteraksi dalam suatu hubungan sosial yang terstruktur.

Baik secara langsung maupun tidak langsung, masyarakat punya cara sendiri sendiri untuk mewariskan masa lalu.

Adat istiadat

Masing masing pihak masyarakat punya adat ostiadat yang berbeda beda satu sama lainnya, misalnya pewarisan sifat gotong royong dalam kehidupan mereka, baik langsung atau tidak langsung akan menjadi pelajaran yang dapat memeberikan ilmu pada kehidupan masayarakat yang bersangkutan dari masa ke masa atau antar generasi., oleh karena itu masa lalau tidak sepenuhnya diambil oleh generasi berikutnya, tetapi hanya menjadi dasar yang tersu dikembangkan dan diperbaharui.

Pertunjukan Hiburan

Sarjana asal Belanda, Dr. J.L. Brandez, meneukan 10 pokok kehidupan masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan atau sebelum masuknya Hindu Budha, salah satunya ialah Wayang. Karena wayang selain bernilai hiburan juga bermakna Religius, karena selalu deipkan kata kata bijak & petuah  tentang suatu kehidupan yang dilalui masyarakat. Di satu sisi pertunjukan wayang sering mengambil lakon cerita tentang kehidupan manusia dalam masyarakat, bahkan pemain wayang disebut Dalang, biasa mengambil tema cerita tentang asal usul daerah yang ditempati oleh suatu warga, kegigihan negerasi sebelumnya membangun tempat tinggalnya terlalu sering dibesar besarkan & sangat Didramatisir, sehingga cerita tersebut lebih besar pasak dari pada tiang.

Cerita wayang yang sering sangat tidak masuk akal, sampai saat ini masih sangat digemari, utamanya masyarakat Jawa, terlebih lagi bagi mereka yang tinggal di Pedesaan.

Kepercayaan Masayarakat

Penelitian sarjana Perancis yang bernama G. Coedez, menyatakan bahwa masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan atau sebelum masuknya Hindu & Budha telah memilki 10 unsur poko peradaban, salah satunya ialah kepercayaan, kepercayaan itu berbentuk Animisme, Dinamisme & Monoisme, serta pemujuaan roh roh nenek moyang mereka

Munculnya kepercayaan seperti ini meruapakan suatu proses yang sangat panjang dalam sejarah kehidupan manusia, Proses itu berkembang dalam kehidupan masyarakat yang didasarkan pada pengalaman masyarakat bersangkutan dan ketergantungan mereka pada alam.

Dapat ditarik kesimpulan bahwa masyarakat indonesia pada saat itu ialah :

  1. Masyarakat Agraris-Religius dengan pekerajaan bercocok tanam padi,
  2. Punya tingkat peradaban yang tinggi (Prundagian) & Pelayaran,
  3. Hidup mereka berazaskan Gotong Royong, Musyawarah & Mufakat,
  4. Bermasyarakat komunal dengan asas kesejahteraan bersama.

Beberapa unsur budaya Bangsa Indoneisa sebelum mengenal tulisan & sebelum masuknya agama Hindu & budha antara lain :

Sistem Kepercayaan

Sistem ini diyakini mulai tumbuh pada masa berburu & mengumpulkan makanan, ini bisa kita lihat dengan lukisan lukisan yang ada pada dinding dinding Goa di Sulawesi selatan, yang berbetuk cap tangan merah dengan jari direntangkan, uang punya maksud sebagai sumber kekuatan untuk menangkal roh jahat, & lukisan tangan dengan jari tidak lengkap yang meruapakan tanda berkabung dan penghormatan terhadap Roh nenek moyang.

Di Papua & Seram ditemukan lukisan perahu yang menceritakan nenek moyang ke alam baka dengan naik perahu ?, kepercayaan terhadap roh nenek moyang terus berkembang pada saat masa cocok tanam & perundagian, karena ada juga yang percaya pada kekuatan alam, bisa jadi hal ini karena mereka ditentukan oleh pengalaman & ketergantungan mereka pada alam.

Bagan Tradisi Masayarakat Indonesia Sebelum Mengenal Tulisan

Sistem Kemasyarakatan

Ketika masyarakat yang bercocok tanam semakin banyak, gotong royong dirasakan sebagai kewajiban yang mendasar dalam menjalani kegiatan hidup, seperti menebang hutan, menangkap ikan, menebar benih, dan demi menjaga hidup bersama yang harmonis, akhirnya dibuat aturan aturan yang dapat disetujui bersama, agar aturan ini bisa ditaati bersama , maka ditentukan seorang pemimpin yang bertugas menjamin terlaksananya kepentingan bersama, pada masa perundagian ada hal ini sistem kemasyarakatan semakin kompleks, dimana dibentuk kelompok yang punya keahlian sendiri sendiri, dan tetap ada aturan umum untuk menjaga keharmonisan hubungan masing-masing kelompok.

Pertanian

Sistem persawahan mulai dikenal sejak saman Neolitikum, atau masatarakat sudah menetap secara permanen (sedenter), ini terjadi karena dalam proses bersawah butuh waktu yang lama untuk memanen hasilnya, dan hal ini dibutuhkan gotong royong, semangat gotong royong dalam sistem persawahan terlihat jelas pada saat pengaturan air & tanggul, pada masa perundagian semakin unggul karena kelompok masyarakat yang memang punya spesialisasi dalam pekerjaan masyarakat.

Kemampuan Berlayar

Kemampuan berlayar bangsa ini tidak lagi diragukan, karena nenek moyang kita berasal dari daratan asia, dimana mereka menggunakan perahu dalam perjalanan menuju Indonesia, Perahu bercadik meruapak salah satu bukti nyata & paling dikenal pada zaman pengaruh hindu budha, perahu ini dibuat dari pohon besar yang ditebang bersama, lalu dikupas kulitnya, dibuat rongga dengan cara dibakar sedikit demi sedikit, & rongga & tepian dihaluskan dengan beliung dan akhirnya diberi cadik di satu atau dikedua sisinya..

Kemampuan berlayar ini akhirnya menjadi modal untuk lebih jauh berdagang, akrena itulah sejak awal masehi, bangsa ini sudah mulai berkiprah dalam jalur pelayaran perdagangan internasional.

Sistem Bahasa

Bahasa yang tersebar di seluruh wilayah indonesia itu termasuk dalam 1 rumpun bahasa, yaitu Rumpun Bahasa Melayu Austronesia atau Bahasa Melayu Kepulauan Selatan, perkembangan ini bahasa melayu terlihat jelas pada zaman kerajaan Sriwijaya, setelah dampak dari sansekerta, dalam perkembangan selanjutnya bahasa melayu menjadi bahasa perantara diseluruh wilayah kepulauan Nusantara, itulah sebabnya Bahasa melayu menjadi Lingua Franca di nusantara atau sebagian wilayah Asia Tenggara

Ilmu Pengetahuan

Sebelum pengaruh hindu budha masuk masyarakat Indonesia telah mengenal IPTEK, masyarakat telah menfaatkan angin musim sebagai tenaga penggerak dalam aktivitas pelayaran  & perdagangan,  juga mengenal Astronomi sebagai petunjuk arah pelayaran atau sebagai petunjuk waktu dalam bidang pertanian, oleh karena itu telah diketahui kapan waktu yang tepat untuk memulai bercocok tanam, panen, atau saat yang tepat untuk berlayar dan menangkap ikan.

Organisasi Sosial

Kelompok  masyarakat yang ada dalam suatu kelompok dikenal dengan istilah Suku, hubungan masyarakat dalam suatu kelompok sukunya sangat erat, Pola kerjasama dalam hidup bergotong royong dalam suatu kelompok sukunya sangat erat, pola kerjasama dalam hidup bergotong royong dalam suatu kelompok suku sudah terjalin dengan baik.

Tehnologi

Sejak zaman prasejarah masyarakat Indonesia telah mengenal Tehnik Pengecoran Logam, bermacam alat rumah tangga, hingga alat pertanian serta berladang sampai alat alat berburu dan perang dikerjakan dengan tehnik pengecoran logam, belum lagi tehnologi perahu bercadik, yang dipergunakan sebagai sarana perdagangan antar pulau.

Sistem Ekonomi

Karena suatu masyarakat tidak bisa mencukupi atau memenuhi semua kebutuhannya, maka mereka menjalin hubungan perdagangan dengan daerah daerah lain, hubungan perdagangan yang mereka kenal pada saat itu ialah Barter, yaitu petukaran barang dengan barang.

Kesenian

Masyarakat Prasejarah juga mengenal dunia entertainment untuk mengusir bosan dan mengisi waktu luang, karena sejak masyarakat hidup dari hasil bercocok tanam, mereka punya waktu senggang yang cukup lama yaitu sejak menanam hingga panen, waktu senggang digunakan untuk menyalurkan jiwa seni mereka sepeerti membuat batik, seni gamelan, seni wayang dan lainnya, tetapi wayang baru akan ditunjukkan pada saat setelah masa panen dengan lakon cerita kehidupan alam sekitar mereka.

BAB III

Penutup

^ Kesimpulan

Cara masyarakat pra Aksara mewariskan budayanya ialah:

  1. Melalui Keluarga
    1. Adat istiadat
    2. Dongeng
    3. Melalui Masyarakat
      1. Adat istiadat
      2. Pertunjukan hiburan
      3. Kepercayaan masyarakat
      4. Sistem Kepercayaan

Dan tradisi masyarakat Pra Aksara yang diwariskan tersebut antara lain:

  1. Sistem kemasyarakatan
  2. Pertanian
  3. Kemampuan berlayar
  4. Sistem bahasa
  5. Ilmu pengetahuan
  6. Organisasi social
  7. Teknologi
  8. Kesenian
  9. Sistem ekonomi
About these ads
 
Tinggalkan komentar

Posted by pada Maret 23, 2011 in Sejarah

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: